Kamis, 12 Maret 2015
Siklus Rankine part 1
Siklus rankine merupakan salah satu cabang dari ilmu termodinamika. Namun di sini saya tidak akan banyak membahas mengenai terorinya. Artikel ini akan lebih banyak mengarah ke aplikasi di dunia industri.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Steam Power Plant) merupakan salah satu dari penggunaan teori Rankine Cycle. Ini dia gambar sederhana sistemnya:
Siklus Rankine part 2
Ada dua proses dalam siklus rankine yang belum saya beri gambaran lebih lanjut. Yaitu proses kondensasi dan proses kompresi.
Proses kondensasi terjadi di suatu alat bernama kondenser. Prisip sederhana kinerja alat ini adalah, di dalam kondenser terjadi proses pendinginan dengan menggunakan media air laut terhadap uap air yang baru saja keluar dari turbin uap. Hasilnya tentu saja uap air tersebut secara alami akan berubah fase menjadi air kembali alias mengembun.
Sebagai salah satu jenis heat exchanger tipe shell & tube, ada 2 bagian utama di dalam kondenser, yang pertama yaitu sisi shell sebagai tempat uap air melintas dan berubah fase menjadi cair, dan bagian kedua yaitu sisi tube (pipa-pipa kecil) yang dilewati oleh air laut.
Berikut adalah gambar sekilas kondeser. Karena ukurannya yang teramat besar –tingginya sekitar 16 meter–, maka hanya sebagian kecil saja yang nampak.

Kondeser (warna kuning)
Aplikasi Ilmu Termodinamika
Pembangkit listrik tenaga uap, merupakan aplikasi ilmu termodinamika mengenai analisa proses energi yang berhubungan dengan panas, kerja, dan sistem. Proses energi yang terjadi berupa konversi energi panas dari bahan baku, dalam hal ini batu bara dan sedikit solar, menjadi energi gerak dan selanjutnya dikonversikan kembali menjadi energi listrik.
Berbagai teori termodinamika mendasari penciptaan pembangkit listrik tenaga uap. Dan berikut saya sebutkan teori2 tersebut:
- Hukum2 termodinamika, hukum ke-0, kesatu, dan kedua.
- Definisi dari turbin, turbin uap, turbin gas, kompresor, fluida kerja, gas ideal, sistem, energi, gaya, entalpi, entropi, temperatur, tekanan, volume spesifik, masa jenis, panas sensibel, panas laten, konduktifitas termal.
- Definisi dari proses isobarik, isotermal, isentropi, adiabatik.
Boiler, Ketel Uap, Steam Generator part 2
Boiler, dalam Bahasa Indonesia disebut juga dengan ketel uap. Menurut wikipedia disebutkan bahwa boiler adalah sebuah alat untuk menghasilkan uap air, yang akan digunakan untuk pemanasan ataupun energi gerak.
Pada boiler yang digunakan dalam pembangkit listrik ada beberapa bagian sistem yang saling berkaitan, yaitu feed water and steam system, sistem aliran udara (draft system), serta fuel system. Hubungan dari ketiga sistem di atas dapat dijelaskan secara singkat pada diagram sederhana di bawah ini.
Sistem yang akan kita bahas sekarang adalah feed water and steam system.
Boiler, Ketel Uap, Steam Generator part 2
Sistem kedua yang penting dalam boiler setelah feed water and steam system, adalah system aliran udara (draft system). Suplai udara yang dibutuhkan oleh proses pembakaran di dalam boiler diatur oleh 3 jenis fan, yaitu:
- Primary Air Fan.
- Force Draft Fan.
- Induced Draft Fan.
Primary air fan berfungsi untuk mensuplai udara ke pulveriser, yang selanjutnya digunakan untuk mengangkut sekaligus mengeringkan batu bara yang sudah dihancurkan oleh pulveriser, menuju ke dalam boiler. Udara yang disuplai oleh PA fan ini sebagian telah melalui proses pemanasan dengan menggunakan Gas-Air Heater. Sedangkan sebagian lainnya dibiarkan tetap dingin. Sebelum masuk ke pulveriser, udara panas dan dingin tersebut dicampurkan untuk mencapai suhu tertentu yang terkontrol. Temperatur primary air memang harus terkontrol, Anda bisa membayangkan sendiri mungkin apa yang akan terjadi apabila udara yang digunakan untuk mengangkut bubuk batu bara menuju boiler ternyata terlalu panas.
Jumat, 06 Maret 2015
Sintaks Pembelajaran Karakter di Kelas
TAHAP PENDAHULUAN
- Berdasarkan Standar Proses, pada kegiatan pendahuluan, guru: menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
- mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
- menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
- menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
Contoh alternatif :
- Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)
- Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (contoh nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
- Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: religius)
- Mengecek kehadiran siswa (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
- Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainny(contoh nilai yang ditanamkan: religius, peduli)
- Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)
- Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, santun, peduli)
- Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
KEGIATAN INTI
Sesuai permen 41 tahun 2007 Pembelajatan melalui 3 tahapan yakni:
Guru Profesional
Pengertian Guru Profesional
Pengertian Guru - Dalam proses belajar mengajar guru adalah orang yang memberikan pelajaran. Dalam kamus bahasa Indonesia, guru diartikan “orang yang kerjanya mengajar”. (Purwanarminta, 1984: 335) Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan serta dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan”.
(Sardiman, 2001:123) Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid, baik secara individual maupun secara klasikal, baik di sekolah maupun di luar sekolah” (Djamarah, 1994:33). Pada sisi lain , Djamarah berpendapat “guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun klasikal di sekolah maupun di luar sekolah” (Djamarah, 2000:32).
Latar belakang pendidikan seorang guru dari guru lainnya terkadang tidak sama dengan pengalaman pendidikan yang pernah dimasuki selama jangka waktu tertentu. Perbedaan latar belakang pendidikan akan mempengaruhi kegiatan guru dalam melaksanakan kegiatan interaksi belajar mengajar. Tetapi, karena banyaknya guru yang dibutuhkan di madrasah-madrasah maka latar belakang pendidikan seseorang seringkali tidak dipertimbangkan..
Tugas Guru : PERMENDIKNAS NO.41 TAHUN 2007, tentang STANDAR PROSES
PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN
A. Persyaratan Proses Pembelajaran
1. Rombongan belajar
Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah:
a. SD/ MI : 28 peserta didik
b. SMP/MT : 32 peserta didik
c. SMA/MA : 32 peserta didik
d. SMK/MAK : 32 peserta didik
Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah:
a. SD/ MI : 28 peserta didik
b. SMP/MT : 32 peserta didik
c. SMA/MA : 32 peserta didik
d. SMK/MAK : 32 peserta didik
2. Beban kerja minimal guru
a. Beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan;
b. Beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas adalah se kurang-kurang nya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.
3. Buku teks pelajaran
a. Buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari bukubuku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri;
b. Rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran;
c. Selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku refe
Citra Guru di Mata Masyarakat
Di dalam bahasa Sansekerta, guru berarti yang dihormati. Rasa hormat ini sampai kini masih hidup di tengah masyarakat tradisional/pedesaan. Mereka masih menaruh rasa hormat dan status sosial yang tinggi terhadap profesi guru. Di kepulauan Sangihe, misalnya, masyarakat menyebut guru pria dengan panggilan tuan, lengkapnya tuan guru, suatu panggilan yang penuh rasa kagum dan hormat terhadap profesi guru.
Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim, profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa.
Dalam pandangan masyarakat tradisional, guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca, menulis dan berhitung, atau anak mendapat nilai tinggi, naik kelas dan lulus ujian .
Masyarakat pedesaan umumnya menganggap profesi guru sebagai profesi orang suci (saint) yang mampu memberi pencerahan dan dapat mengembangkan potensi yang tersimpan di dalam diri siswa. Selain itu sebagian besar masyarakat tradisional memiliki mitos yang kuat bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah mengeluh dengan gaji yang minim, profesi yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan profesi yang bangga dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa.
Dalam pandangan masyarakat tradisional, guru dianggap profesional jika anak sudah dapat membaca, menulis dan berhitung, atau anak mendapat nilai tinggi, naik kelas dan lulus ujian .
Dalam pandangan masyarakat modern, guru belum merupakan profesi yang profesional jika hanya mampu membuat murid membaca, menulis dan berhitung, atau mendapat nilai tinggi, naik kelas, dan lulus ujian. Masyarakat modern menganggap kompetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari orientasi guru terhadap perubahan dan inovasi.
Langganan:
Postingan (Atom)
















